Friday, 21 July 2017

Alasan Mahasiswa Memilih Gondrong




Kuliah adalah waktu yang dinanti-nanti oleh anak SMA. Salah satu alasannya karena kuliah lebih terasa bebas daripada SMA. Selama di SMA, enggak masuk tanpa keterangan tiga hari beruntun aja orang tua dipanggil ke sekolah. Ketika menjadi mahasiswa, mau masuk cuma satu kali satu semester juga bebas. Palingan menjelang masa ujian semester nama lo enggak ada di daftar peserta ujian. Bukan cuma itu kebebasan yang dirasakan mahasiswa. Kebebasan yang paling penting dan hakiki tuh bebas dalam penampilan.

Continue Reading...

Sunday, 9 July 2017

Kenapa Memilihku?


Aku tak lagi merasakan lunglai di tubuhku. Semua rasa lelah yang ku rasakan setelah mengajar di kampus hilang saat aku menginjakkan kaki di rumah. Terutama saat langkah kaki pertamaku memasuki kamarku dan istriku. Ini adalah rumah yang sebenarnya. Rumah tempatku kembali dari penat. Tempat dimana sumber kebahagiaanku berasal.

Malam itu aku tidur menyamping, menghadap ke kanan. Wajah Rani tepat di hapanku. Wajah yang segar, manis, cantik. Tak pernah berubah dari saat pertama kali aku menatapnya sedekat ini, tujuh tahun lalu. Ya baiklah, perubahannya hanya sedikit. Sedikit lebih tembam.

Kang, apa alasan akang memilihku?” tiba-tiba Rani bersua. Ia tersenyum malu-malu. Ah, hatiku selalu lumpuh tiap menatap raut wajahnya seperti ini.

Tangan kiriku melayang, membelai rambutnya. Lalu turun sedikit. Ibu jariku mengelus-eleus tulang pipinya. “Karna aku butuh didampingi kamu dalam hidupku,” ucapku.

Senyum Rani melebar. Tangannya memainkan kaus yang ku pakai. Pandangannya merunduk. Aku tahu, itu tandanya Rani sedang salah tingkah.

“Lalu, kenapa kamu mau menerimaku, di saat banyak lelaki yang mengejarmu?” tanyaku balik. Tangan kiriku beralih, menggenggam jemarinya. Tangan kananku ku tekuk, kujadikan alas kepalaku, walau bantal sudah mengalasi kepalaku.

Continue Reading...

The Dead City


3 Januari 2023.

Dua cangkir kopi mengepul di hadapan kami. Yang satu kopi moka, sedangkan yang lainnya kopi hitam. Aku memilih kopi hitam. Rasanya lebih nikmat dibandingkan kopi yang dicampur krim atau kopi. Rasa pahitnya begitu nikmat tanpa gula. Begitu kehidupan ini yang begitu pahit tanpa gula.

“Jakarta akan menjadi kota mati,” ucap Profesor Jeki. Ia adalah peneliti dan juga ahli geografi. Di usianya yang kini sudah mencapai delapan puluh tahun, ia tetap bekerja sebagai peneliti handal. Dedikasinya dalam dunia geografi dan pemerintahan tidak pernah surut. Mungkin hanya ajal yang menghentikan ia dari penelitan-penelitiannya.

“Apa karna ibu kota kini sudah pindah ke Palangkaraya, anda menganggapnya Jakarta akan mati?” tanyaku heran.

Profesor Jeki hanya terdiam. Ia memajukan posisi duduknya. Lengannya bergerak menggapai secangkir kopi moka yang menurutku kemanisan. Di usia senjanya ia masih sehat. Padahal manusia seumurannya pasti sudah kena diabetes.

“Slurpp... Ah, Manis,” ucapnya seraya meminum kopi. Ia belum menjawab apa pertanyaanku. Dari duduknya ia bangkit. Menuju lemari besi yang berisi berkas-berkas penting. Ia mengambil sesuatu kertas dari tempat yang tersembunyi. Sebuah kertas yang sebesar kertas koran. Ia menunjukan kepadaku. “Coba kamu lihat!”

Aku perhatikan dengan seksama gambar di hadapanku. Sebuah hasil riset komputer yang menunjukan aktivitas tidak wajar di dalam tanah Jakarta. Suhu di dalamnya berubah-ubah drastis. Peta pergerakan angin di permukaannya pun memiliki pola yang tidak wajar. “Aneh sekali Prof. Kenapa Jakarta bisa seperti ini?” tanyaku.

“Ini pengaruh yang timbul dari radiasi luar angkasa yang memapar Jakarta.”

“M-maksudnya? Kenapa bisa?” aku tertarik dengan pembahasan ini.

“Mereka akan datang. Dan kini Jakarta yang menjadi sasarannya,” ucap Profesor sambil meminum kopi moka yang kemanisan itu.

“Mereka siapa?”

“Alien.”

Continue Reading...

Friday, 7 July 2017

Tips Jitu Memilih Pasangan Hidup




Manusia adalah makhluk sosial. Karna itu mereka butuh manusia lain dalam menunjang kehidupannya. Contohnya dari hal kecil seperti upload foto di instagram. Manusia butuh orang lain untuk fotoin dia lagi berpose. Temen gue si Cucu, minta gue fotoin dia lagi bergaya di pinggir pantai. Sampe tangan gue keram karna dia minta foto puluhan kali. Dia enggak pernah merasa puas dengan hasil jepretan gue dan selalu ngerasa pipinya terlalu gendut. Gue harus nyari angle yang sempurna demi menyembunyikan buntelan lemak di pipi Cucu.

Begitu juga dengan hal lain. Manusia butuh keluarga sebagai tempat berinteraksi pertama kali, butuh teman untuk berbagi, dan juga butuh pasangan hidup untuk berkembang biak. Poin terakhir adalah yang paling penting.

Continue Reading...

Wednesday, 5 July 2017

Begini Rasanya Sakit di Daerah Terpencil




Saat ini gue tinggal di Nias Selatan. Gue bertugas sebagai guru bantu dari pusat untuk mengajar di sekolah-sekolah yang masih kurang. Baik kekurangan guru, kurang baik dalam admisnistrasi, atau sulit dijangkau. Daerah penempatan kami  sungguh jauh dari peradaban. Gue pun ditempatkan di daerah yang sungguh sulit ditinggali. Di sini enggak ada listrik, susah sinyal, jalan pun hancur. Karna jalan hancur, banyak daerah yang cuma bisa dicapai dengan jalan kaki. Enggak bisa dilewati kendaraan. Medan perjalananpun enggak bisa dibilang gampang. Kontur jalan di sini perbukitan. Sering banget gue harus nanjak ke bukit untuk menuju kampung sebelah. Gue nyaris pingsan saat harus naik-naik ke puncak bukit menghadiri acara syukuran teman guru kala itu.

Continue Reading...

Sunday, 2 July 2017

Nyanyian Kesukaanku


Aku selalu merekam lamat-lamat saat matamu mulai mengecil, tenggelam dalam tawa karna kekonyolanku. Kau mulai menutup mulutmu dengan tangan. Kadang dengan bagian bawah kerudungmu. Mencoba menahan renyah tawamu. Bahkan sampai-sampai kau harus memukul bahuku.

Maafkan aku yang harus membuatmu tersiksa menahan tawa.  Aku sengaja. Aku sengaja bertingkah konyol. Karna kau terlihat begitu cantik saat tertawa lepas. Suara lembutmu saat tertawa dan memprotesku yang bertingkah konyol menjadi nyanyian kesukaanku.

Continue Reading...

Thursday, 29 June 2017

Ternyata, Memasak Sungguh Melelahkan


Saat ini gue lagi berlibur bersama seluruh guru bantu dari pusat yang ditempatkan di Nias Selatan. Liburan kami enggak aneh-aneh pergi ke Bali, atau ke Eropa. Kami hanya kumpul di pusat Kabupaten Nias Selatan. Menghabiskan waktu bersama menikmati jaringan listrik, jaringan seluler, dan suasana yang lebih Islami dibandingkan tempat penempatan kami yang jauh dipelosok, jauh dari jaringan listrik dan sinyal, jauh dari mesjid atau bahkan musola.

Kami tinggal beramai-ramai di sebuah tempat penginapan. Tempat itu terdiri dari kamar-kamar. Gue tinggal satu kamar dengan temen gue, Reza dan Indra. Mereka guru Bahasa Indonesia. Cowok-cowok tinggal di lantai dua, sedangkan cewek-cewek tinggal di lantai tiga.  Cewek dan cowok terpisah! Enggak gabung. Jadi aman!

Continue Reading...

Profil Penulis

My photo
Penulis blog ini adalah seorang lelaki jantan bernama Nurul Prayoga Abdillah, S.Pd. Ia baru saja menyelesaikan studinya di bidang Pendidikan Bahasa Inggris. Ia berniat meneruskan studinya ke jenjang yang lebih tinggi untuk memperdalam ilmu Pendidikan Bahasa Tumbuhan, namun sayang belum ada universitas yang membuka jurusan tersebut. Panggil saja ia “Yoga.” Ia adalah lelaki perkasa yang sangat sayang sekali sama Raisa. Di kamarnya banyak sekali terpajang foto Raisa. Sesekali di waktu senggangnya, ia mengedit foto Raisa seolah-olah sedang dirangkul oleh dirinya, atau sedang bersandar di bahunya, atau sedang menampar jidatnya yang lebar. Perlu anda tahu, Yoga memiliki jidat yang lebar. Karna itu ia sering masuk angin jika terlalu lama terpapar angin di area wajah. Jika anda ingin berkonsultasi seputar mata pelajaran Bahasa Inggris, atau bertanya-tanya tentang dunia kuliah, atau ingin mengirim penipuan “Mamah Minta Pulsa” silahkan anda kirim pesan anda ke nurulprayoga93@gmail.com. Atau mention ke twitternya di @nurulprayoga.

Find My Moments

Twitter